Pengertian Organisasi Sektor Publik   1 Comment

06:28 Kategori artikel : Akuntansi,Akuntansi Sektor Publik

Kali ini penulis akan berbagi tentang pengertian organisasi sektor publik. Kajian organisasi sektor publik biasanya melakukannya dengan dimulai dari sisi manajemen. Dalam pengembangannya kajian organisasi sektor publik ini masuk dalam wilayah karakter frase “Sektor Publik”. Pemahaman sektor publik lebih ditempatkan pada suatu wilayah diluar pemerintah ditambah juga dengan wilayah pemerintah itu sendiri.

Dalam praktiknya definisi dari organisasi sektor publik di Indonesia adalah organisasi yang menggunakan dana masyarakat, seperti :

  1. Organisasi pemerintah pusat
  2. Organisasi pemerintah daerah
  3. Organisasi parpol dan LSM
  4. Organisasi yayasan
  5. Organisasi pendidikan dan kesehatan : PMI, puskesmas, rumah sakit, dan sekolah
  6. Organisasi tempat peribadatan : masjid, gereja, vihara, kuil.

Pengertian Akuntansi Sektor Publik

Istilah “sektor publik” sendiri memiliki arti yang berbeda-beda. Pengertian sektor publik dari sudut pandang ilmu ekonomi adalah suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapa juga dilakukan oleh sektor swasta, misalnya tugas untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik, seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transfortasi publik, dan sebagainya.

Sifat dan Karakteristik Akuntansi Sektor Publik

Organisasi sektor publik bergerak dalam lingkungan yang sangat kompleks dan turbulence. Komponen lingkungan yang mempengaruhi organisasi sektor publik meliputi faktor ekonomi, politik, kultur, dan demografi.

Faktor ekonomi, yang mempengaruhi organisasi sektor publik antara lain :

    1. Pertumbuhan ekonomi
    2. Tingkat inflasi
    3. Pertumbuhan pendapatan perkapita (GNP/GDP)
    4. Struktur produksi
    5. Tenaga kerja
    6. Arus modal dalam negeri
    7. Cadangan devisa
    8. Nilai tukar mata uang
    9. Utang dan bantuan luar negeri
    10. Infrastruktur
    11. Teknologi
    12. Kemiskinan dan kesenjangan ekonomi
    13. Sektor informal.

Faktor politik, yang mempengaruhi sektor publik yaitu antara lain :

  1. Hubungan Negara dan masyarakat
  2. Legitimasi pemerintah
  3. Tipe rezim yang berkuasa
  4. Ideologi negara
  5. Elit politik dan massa
  6. Jaringan internasional
  7. Kelembagaan.
  8. Faktor kultural, yang mempengaruhi organisasi sektor publik yaitu :
  9. Keragaman suku, ras, agama, bahasa dan budaya
  10. Sistem nilai di masyarakat
  11. Historis
  12. Sosiologi masyarakat
  13. Karakteristik masyarakat
  14. Tingkat pendidikan.

Faktor demografi, yang mempengaruhi organisasi sektor publik antara lain :

  1. Pertumbuhan penduduk
  2. Struktur usia penduduk
  3. Migrasi
  4. Tingkat kesehatan.

Value For Money

Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada 3 elemen utama, yaitu : ekonomi, efisiensi dan efektivitas.

  1. Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi terkait dengan sejauhmana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.
  2. Efisiensi : pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.
  3. Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.

 

Secara skematis, value for money dapat di gambarkan sebagai berikut :

  • Input, merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program dan aktivitas. Contoh input adalah : doktor dirumah sakit, tanah untuk jalan baru, guru disekolah dan sebagainya.
  • Output, merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan.
  • Sasaran Antara (Throughput), untuk mengukur output seringkali terdapat kesulitan, organisasi sektor publik menggunakan output antara (Intermediate output) atau indikator kinerja (performance indicator) sebagai alaaat ukur output.
  • Outcome, adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu.

 

Manfaat implementasi dari konsep value for money pada organisasi sektor publik antara lain :

  1. Meningkatkan efektivitas pelayanan publik
  2. Meningkatkan mutu pelayanan publik
  3. Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunaan input.
  4. Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik, dan
  5. Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntabilitas publik.

Perbedaan dan persamaan sektor publik dan sektor swasta

Perbedaan sifat dan karakteristik dalam organisasi sektor publik dan sektor swasta :

Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
Tujuan organisasi Nonprofit motive Profit motive
Sumber pendanaan Pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset nagara, dsb. Pembiayaan internal : modal sendiri, laba ditahan, penjualan aktiva.Pembiayaan eksternal: utang bank, obligasi, penerbitan saham.
Pertanggung jawaban Pertanggungjawaban kepada masyarakat (publik) dan parlemen (DPR/DPRD) Pertanggungjawaban kepada pemegang saham dan kreditor
Struktur organisasi Birokrasi, kaku, dan hierarkis Fleksibel: datar, piramid, lintas fungsional, dsb.
Karakteristik anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik
Sistem akuntansi Cash accounting Acrual accounting

 

Beberapa Persamaan Sektor Publik dan Swasta, yaitu antara lain :

  1. Keduanya merupakan bagian integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan kedua menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Keduanya sama-sama menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber daya (scarcity of resources), sehingga keduanya dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif.
  3. Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama di kedua sektor. Kedua itu sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen, yaitu : perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
  4. Beberapa hal, keduanya memhasilkan produk yang sama, misalnya baik pemerintah maupun swasta sama-sama bergerak di bidang transfortasi massa, pendidikan, kesehatan, penyediaan energi, dan sebagainya.
  5. Keduanya terikat pada peraturan dan ketentuan hukum lain yang disyaratkan.

Tujuan Akuntansi Sektor Publik

American Acconting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada organisasi sektor publik adalah untuk :

  1. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisiensi, dan ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan management control.
  2. Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya.

Akuntansi sektor publik terkait dengan 3 hal pokok, yaitu penyediaan informasi, pengendalian manajemen, dan akuntabilitas. Demikianlah sedikit penjelasan tentang pengertian organisasi sektor publik, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya bagi admin sendiri.

 

  • Share on Tumblr



Dilarang menyalin sebagian atau seluruh artikel ini tanpa memberikan LINK atau SUMBERNYA
Pengertian Organisasi Sektor Publik
2 votes, 5.00 avg. rating (97% score)

Written by M. Najudin on March 4th, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>